Tinea Capitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
- May 22, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Tinea capitis adalah infeksi jamur yang menyerang kulit kepala dan batang rambut, yang sering kali menimbulkan rasa gatal, bersisik, kemerahan, hingga kerontokan rambut.
Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak, namun orang dewasa juga bisa mengalaminya. Kondisi ini disebabkan oleh jamur dermatofita yang menyebar melalui kontak langsung, baik dari manusia, hewan, maupun benda yang terkontaminasi, seperti sisir atau handuk.
Meskipun terlihat sepele, tinea capitis bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan memengaruhi kepercayaan diri jika tidak ditangani dengan tepat.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala-gejala awal, memahami penyebabnya, serta mengetahui cara penanganan yang efektif.
Apa Itu Tinea Capitis
Tinea capitis, yang juga dikenal sebagai kurap kulit kepala, disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita, terutama dari spesies Trichophyton dan Microsporum. Infeksi ini menyerang akar rambut dan kulit kepala, menyebabkan peradangan dan kerontokan rambut.
Meskipun lebih sering terjadi pada anak-anak usia 3 hingga 7 tahun, kondisi ini juga dapat menyerang orang dewasa, terutama mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
Penyebab Tinea Capitis
Infeksi ini umumnya disebabkan oleh kontak langsung dengan individu atau hewan yang terinfeksi. Jamur penyebab infeksi ini dapat menyebar melalui:
- Kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi.
- Barang pribadi yang terkontaminasi, seperti sisir, handuk, atau bantal.
- Lingkungan lembab yang mendukung pertumbuhan jamur.
Selain itu, faktor-faktor seperti kebersihan yang kurang, tinggal di lingkungan padat, dan kontak dengan hewan peliharaan yang terinfeksi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.
Baca Juga: Alopecia Areata: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Gejala Tinea Capitis
Gejalanya dapat bervariasi, namun umumnya meliputi:
- Luka bernanah atau abses (kerion)
- Kulit kepala gatal
- Bercak bersisik atau merah
- Rambut rontok parah di area tertentu
- Pembengkakan kelenjar getah bening
Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan peradangan hebat dan pembentukan abses yang memerlukan perhatian medis segera.
Baca Juga: Kurap Kering Tak Kunjung Sembuh? Ini Pengobatan Efektifnya
Diagnosis Tinea Capitis
Untuk mendiagnosisnya, dokter akan melakukan:
- Pemeriksaan fisik untuk menilai gejala klinis.
- Tes mikroskopis untuk mendeteksi keberadaan jamur.
- Kultur jamur untuk identifikasi spesies penyebab infeksi.
- Tes Wood’s lamp untuk mendeteksi fluoresensi jamur tertentu.
Diagnosis yang tepat penting untuk menentukan pengobatan yang efektif
Pengobatan Tinea Capitis
Pengobatan ini umumnya melibatkan:
- Obat antijamur oral seperti griseofulvin, terbinafine, atau itraconazole, yang harus dikonsumsi selama 4 hingga 8 minggu .
- Shampo antijamur seperti ketoconazole atau selenium sulfide, digunakan untuk mengurangi penyebaran jamur.
- Perawatan suportif seperti menjaga kebersihan kulit kepala dan menghindari berbagi barang pribadi.
Penting untuk mengikuti petunjuk dokter dan menyelesaikan pengobatan sesuai waktu yang ditentukan untuk mencegah kekambuhan
Baca Juga: Benjolan di Kepala: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Pencegahan Tinea Capitis
Untuk mencegahnya, disarankan untuk:
- Menjaga kebersihan pribadi, seperti mencuci rambut secara teratur.
- Menghindari berbagi barang pribadi seperti sisir, handuk, atau bantal.
- Memeriksa hewan peliharaan secara rutin dan mengobati jika terinfeksi.
- Menjaga lingkungan tetap kering dan bersih, terutama di area yang lembab.
Pencegahan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan penyebarannya
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala ini, terutama jika:
- Gejala memburuk atau tidak membaik setelah pengobatan.
- Timbul abses atau pembengkakan yang signifikan.
- Rambut rontok atau meluas.
- Gejala menyebar ke anggota keluarga lain.
Penanganan dini dapat mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan
Apakah Tinea Capitis bisa menular?
Ya, penyakit ini sangat menular. Penularannya bisa terjadi melalui sentuhan langsung atau lewat barang-barang yang terkontaminasi jamur. Oleh karena itu, penting untuk tidak berbagi barang pribadi dan menjaga kebersihan.
Siapa yang paling berisiko terkena Tinea Capitis?
Anak-anak usia sekolah (3–12 tahun) adalah kelompok yang paling rentan. Namun, siapa pun bisa terinfeksi, terutama jika tinggal di lingkungan padat, lembab, atau memiliki hewan peliharaan yang terinfeksi.
Kepala Sehat, Rambut Kuat. Lawan Tinea Capitis Bersama Klinik Utama Pandawa
Jangan biarkan kondisi ini mengganggu kenyamanan dan kepercayaan dirimu. Infeksi jamur di kulit kepala bukan hanya soal gatal dan bersisik, tapi juga bisa menyebabkan kerontokan rambut dan penularan ke orang sekitar jika tidak ditangani dengan tepat. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang kesembuhannya tanpa komplikasi.
Segera, konsultasikan segera ke Klinik Utama Pandawa! Dengan tim medis berpengalaman dan penanganan profesional, kamu bisa mendapatkan diagnosis akurat serta pengobatan antijamur yang efektif. Klinik Pandawa siap membantumu kembali memiliki kulit kepala sehat dan bebas jamur. Jangan tunda, rawat dari sekarang!

Refrensi
- Mayo Clinic 2025 Ringworm (Scalp). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-scalp/symptoms-causes/syc-20354918
- Healthline 2025 Ringworm of the Scalp (Tinea Capitis). https://www.healthline.com/health/tinea-capitis

Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- May 14, 2025
Fibroma: Jenis, Gejala, dan Pengobatannya
Fibroma adalah benjolan atau massa jaringan yang terbentuk dari pertumbuhan berlebih sel-sel fibrous atau jaringan ikat. Meskipun umumnya bersifat jinak.
Read More
- April 27, 2025
Herpes Zoster: Penyebab, Gejala, dan Cara.
Herpes zoster, yang dikenal juga sebagai cacar ular atau dompo, adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam kulit yang sangat menyakitkan. .
Read More