Kurap Susah Hilang? Coba Cara Ampuh Ini Biar Cepat Sembuh!
- December 3, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Kurap sering dianggap masalah kulit sepele, padahal rasa gatal, panas, dan bercaknya bisa bikin tidak percaya diri dan mengganggu aktivitas harian. Banyak orang coba mengobati sendiri dengan salep atau bahan rumahan, tapi tak jarang justru makin menyebar karena tidak ditangani dengan tepat. Kondisi ini bisa muncul di wajah, badan, lipatan kulit, hingga area sensitif, dan bila dibiarkan bisa menular ke orang lain.
Jika Anda mulai melihat bercak merah bersisik yang gatal dan membesar, itu tanda Anda perlu pemeriksaan profesional seperti di Klinik Utama Pandawa yang memiliki fasilitas lengkap dan penanganan medis yang aman.
Penanganan kurap tidak boleh asal, karena tiap kasus bisa berbeda tergantung area kulit, tingkat infeksi, dan kondisi kesehatan Anda. Melalui layanan spesialis penyakit kulit di Klinik Utama Pandawa, Anda bisa mendapatkan diagnosis pasti, obat yang sesuai, serta panduan perawatan yang mencegah kurap kambuh kembali.
Jenis-Jenis Kurap Berdasarkan Lokasi
Kurap tidak selalu sama bentuk dan lokasinya. Berikut jenis-jenisnya:
- Tinea Corporis (Kurap di Badan): Biasanya muncul sebagai bercak kemerahan berbentuk lingkaran dengan tepi yang lebih menonjol dan gatal.
- Tinea Cruris (Kurap Selangkangan): Paling sering dialami pria. Gatal di lipatan paha, kemerahan, dan sering meluas ke bokong.
- Tinea Pedis (Kurap Kaki atau Athlete’s Foot): Muncul di sela-sela jari kaki, menyebabkan kulit mengelupas, pecah-pecah, dan bau tidak sedap.
- Tinea Capitis (Kurap Kepala): Banyak terjadi pada anak. Muncul bercak bersisik, rambut rontok, atau kebotakan lokal.
- Tinea Faciei (Kurap Wajah): Menyerang pipi, dagu, atau dahi, sering disangka alergi atau ruam biasa.
Penyebab Kurap
Berikut adalah beberapa penyebab umum kurap atau tinea corporis:
1. Infeksi Jamur Dermatofit
Kurap disebabkan oleh jamur dermatofit, seperti Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Jamur ini hidup dengan memakan keratin di lapisan kulit, rambut, atau kuku.
2. Lingkungan Lembap dan Hangat
Kurap sering berkembang di area tubuh yang lembap dan hangat, seperti:
- Lipatan kulit (selangkangan, ketiak)
- Di antara jari-jari kaki (atlet’s foot)
- Area yang tidak mendapatkan ventilasi baik.
3. Kebersihan yang Buruk
Kurangnya kebersihan, seperti tidak mandi setelah berkeringat atau mengenakan pakaian yang basah terlalu lama, meningkatkan risiko infeksi.
4. Kontak Langsung
Kurap dapat menyebar melalui:
- Kontak kulit langsung dengan penderita.
- Kontak tidak langsung, misalnya menggunakan handuk, pakaian, atau alat pribadi yang terkontaminasi.
- Menyentuh hewan peliharaan yang terinfeksi, seperti kucing, anjing, atau kelinci.
5. Sistem Imun Lemah
Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita diabetes, HIV/AIDS, atau yang mengonsumsi obat imunosupresan, lebih rentan terkena kurap.
6. Menggunakan Pakaian Ketat
Pakaian ketat yang tidak menyerap keringat dapat menyebabkan iritasi kulit dan menciptakan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan jamur.
7. Kontak dengan Tanah yang Terkontaminasi
Jamur penyebab kurap juga dapat hidup di tanah untuk waktu tertentu. Kontak langsung dengan tanah yang terinfeksi dapat menyebabkan kurap.
Baca Juga: Cara Ampuh Pengobatan Mata Ikan di Kaki, Tanpa Rasa Sakit!
Gejala Kurap
Gejala kurap bervariasi tergantung pada lokasi infeksi. Beberapa gejala umum kurap meliputi:
1. Ruam Melingkar
- Ruam berbentuk lingkaran atau cincin mirip dermatitis numularis, dengan tepi yang lebih merah dibanding bagian tengah.
- Tepi ruam sering terlihat bersisik atau menonjol.
2. Rasa Gatal
Gatal yang intens di area kulit yang terinfeksi, terutama saat berkeringat atau dalam kondisi lembap.
3. Kemerahan
Kulit di sekitar ruam tampak memerah dan meradang.
4. Kulit Bersisik atau Pecah-Pecah
- Kulit yang terinfeksi sering kali bersisik, pecah-pecah, atau mengelupas.
- Dalam beberapa kasus, kulit bisa terasa kasar.
5. Benjolan Kecil atau Lecet
Terkadang muncul benjolan kecil berisi cairan atau lecet di sekitar ruam.
6. Perubahan Warna Kulit
Area yang terkena bisa menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi kulit) atau lebih terang (hipopigmentasi) dibandingkan warna kulit normal.
7. Menyebar ke Area Lain
Jika tidak segera diobati, kurap dapat menyebar ke bagian tubuh lain, terutama di area kulit yang sering bergesekan atau lembap.
Jika gejala tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter di klinik spesialis kulit dan kelamin terdekat untuk perawatan lebih lanjut.
Apakah Kulit Kurap Bisa Hilang?
Kulit yang terkena kurap memang bisa mengganggu penampilan dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Kurap, yang disebabkan oleh infeksi jamur, biasanya ditandai dengan bercak merah berbentuk melingkar disertai rasa gatal.
Banyak orang bertanya-tanya, apakah kondisi ini dapat hilang sepenuhnya? Jawabannya adalah ya, kurap bisa hilang asalkan tubuh mendapatkan penanganan yang tepat untuk mendukung pemulihan.
Namun, penting untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi proses penyembuhan, seperti kebersihan kulit dan tingkat keparahan infeksi.
Pengobatan Kurap yang Efektif
Pengobatan kurap bertujuan untuk memberantas infeksi jamur dan meredakan gejala biasanya meliputi:
- Obat Antijamur Topikal: Krim, salep, atau losion antijamur dioleskan langsung pada area yang terinfeksi. Beberapa contoh obat antijamur topikal yang umum digunakan adalah clotrimazole, miconazole, terbinafine, dan ketoconazole.
- Obat Antijamur Oral: Untuk infeksi yang parah, meluas, atau tidak merespons pengobatan topikal, dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur oral, seperti terbinafine, griseofulvin, atau itraconazole.
- Perawatan Kebersihan: Menjaga kebersihan area yang terinfeksi sangat penting untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah penyebaran infeksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Cuci area yang terinfeksi dengan sabun dan air bersih setiap hari.
- Keringkan area yang terinfeksi dengan handuk bersih setelah mandi.
- Ganti pakaian dan handuk setiap hari.
- Hindari berbagi handuk, pakaian, dan barang pribadi lainnya dengan orang lain.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kurap antara lain:
- Menjaga Kebersihan Diri: Mandi secara teratur dengan sabun dan air bersih, terutama setelah berolahraga atau beraktivitas yang menyebabkan keringat berlebihan.
- Menjaga Kebersihan Lingkungan: Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, terutama kamar mandi dan tempat-tempat yang lembap.
- Menghindari Kontak dengan Penderita Kurap: Hindari kontak langsung dengan kulit penderita kurap dan jangan berbagi barang pribadi dengan mereka.
- Mengeringkan Diri dengan Benar: Keringkan diri dengan handuk bersih setelah mandi, terutama area lipatan kulit.
- Menggunakan Alas Kaki di Tempat Umum: Gunakan alas kaki saat berada di tempat umum seperti kamar mandi umum, kolam renang, dan ruang ganti.
- Memeriksa Hewan Peliharaan: Periksakan hewan peliharaan secara rutin ke dokter hewan untuk mencegah infeksi jamur.
Dengan memahami penyebab, gejala, dan pengobatannya, kurap dapat ditangani dengan tepat dan penyebarannya dapat dicegah. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Pengobatan Berbagai Penyakit Kulit Terbaik di Klinik Utama Pandawa
Kulit yang sehat adalah cerminan kebersihan dan kenyamanan hidup. Namun, berbagai penyakit kulit seperti kurap, eksim, atau infeksi lainnya dapat mengganggu kepercayaan diri dan kualitas hidup Anda.
Jangan biarkan masalah kulit terus mengganggu aktivitas harian Anda. Klinik Utama Pandawa hadir sebagai solusi terbaik dengan pelayanan profesional untuk membantu Anda mengatasi berbagai penyakit kulit secara efektif.
Didukung oleh tenaga medis berpengalaman dan fasilitas modern, Klinik Utama Pandawa siap memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit Anda.
Jangan tunda lagi, jadwalkan konsultasi Anda sekarang dan rasakan perubahan nyata pada kesehatan kulit Anda! Wujudkan kulit yang sehat dan bebas dari gangguan hanya di Klinik Utama Pandawa.

Referensi
- Cleveland Clinic Diakses pada 2025 Ringworm. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4560-ringworm
- Mayo Clinic Diakses pada 2025 Ringworm (Body). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-body/symptoms-causes/syc-20353780
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- April 27, 2025
Dermatitis Herpetiformis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Dermatitis herpetiformis (DH) adalah penyakit kulit autoimun kronis yang ditandai dengan munculnya ruam dan lepuh yang sangat gatal. Meskipun namanya.
Read More
- December 13, 2025
Dermatitis Tak Kunjung Sembuh? Ini Cara.
Dermatitis adalah kondisi peradangan pada kulit yang dapat menyebabkan kemerahan, gatal, kering, hingga munculnya ruam kulit atau lepuhan. Kondisi ini.
Read More