Andropause Adalah: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
- June 17, 2025
- By Admin Dokter Spesialis
- Andrologi

Andropause adalah kondisi penurunan hormon testosteron secara bertahap yang dialami pria seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini sering disebut sebagai “menopause pada pria”, meskipun prosesnya berbeda. Penurunan hormon ini dapat menyebabkan berbagai perubahan fisik, emosional, hingga seksual, seperti mudah lelah, menurunnya gairah seksual, suasana hati tidak stabil, hingga gangguan tidur.
Sayangnya, banyak pria yang tidak menyadari bahwa perubahan ini merupakan bagian dari proses alami tubuh yang bisa dikelola dengan baik.
Mengenali tanda-tanda andropause sejak dini sangat penting agar kualitas hidup tetap optimal. Dengan pola hidup sehat, konsultasi medis, dan penanganan yang tepat, pria dapat melalui masa ini tanpa kehilangan vitalitas dan rasa percaya diri.
Apa Itu Andropause
Andropause adalah kondisi penurunan kadar hormon testosteron pada pria seiring bertambahnya usia.
Berbeda dengan menopause pada wanita yang terjadi secara mendadak dan jelas, andropause berlangsung secara bertahap dan sering kali tidak disadari. Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan pria, termasuk fisik, emosional, dan seksual.
Penyebab Andropause
Penyebab Andropause adalah penurunan kadar testosteron pada pria merupakan penyebab utama andropause. Beberapa faktor yang dapat mempercepat atau memperburuk kondisi ini antara lain:
- Usia: Setelah usia 30 tahun, kadar testosteron pria menurun sekitar 1% per tahun. Penurunan ini dapat mempercepat pada usia 50 tahun ke atas.
- Gaya hidup tidak sehat: Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tidak seimbang, dan kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk gejala andropause.
- Kondisi medis tertentu: Penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas dapat mempercepat penurunan kadar testosteron.
- Stres kronis: Stres berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol, yang dapat menghambat produksi testosteron.
- Penggunaan obat-obatan tertentu: Beberapa obat, seperti steroid dan antidepresan, dapat memengaruhi kadar testosteron dalam tubuh.
Baca Juga: Kanker Prostat: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Gejala Andropause
Gejala andropause dapat bervariasi antara satu pria dengan pria lainnya. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain:
1. Gejala Fisik
- Penurunan massa otot: Seiring dengan menurunnya kadar testosteron, massa otot dapat berkurang, menyebabkan penurunan kekuatan fisik.
- Peningkatan lemak tubuh: Terutama pada area perut, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
- Osteoporosis: Penurunan kepadatan tulang, meningkatkan risiko patah tulang.
- Gangguan tidur: Kesulitan tidur atau insomnia dapat terjadi akibat perubahan hormon.
2. Gejala Emosional dan Psikologis
- Perubahan suasana hati: Mudah marah, cemas, atau depresi.
- Penurunan konsentrasi: Kesulitan fokus dan daya ingat menurun.
- Kehilangan motivasi: Merasa kurang bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
3. Gejala Seksual
- Penurunan libido: Berkurangnya hasrat seksual.
- Disfungsi ereksi: Kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi.
- Penurunan volume ejakulasi: Volume air mani yang berkurang saat ejakulasi.
Diagnosis Andropause
Untuk mendiagnosis andropause, dokter akan melakukan beberapa langkah berikut:
- Anamnesis: Menanyakan riwayat kesehatan, gejala yang dialami, dan gaya hidup pasien.
- Pemeriksaan fisik: Memeriksa kondisi fisik pasien, termasuk pemeriksaan testis dan prostat.
- Tes darah: Mengukur kadar hormon testosteron dalam darah. Kadar testosteron normal pada pria dewasa berkisar antara 300–1.000 ng/dL. Penurunan di bawah angka ini dapat mengindikasikan andropause.
- Pemeriksaan penunjang lainnya: Jika diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti USG testis atau pemeriksaan fungsi tiroid.
Pengobatan Andropause
Penanganan andropause bertujuan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pria. Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Perubahan Gaya Hidup
- Olahraga teratur: Aktivitas fisik seperti angkat beban dapat meningkatkan produksi testosteron secara alami.
- Pola makan sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya akan protein, vitamin D, dan zinc.
- Tidur cukup: Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk produksi hormon yang optimal.
- Manajemen stres: Teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga dapat membantu mengurangi stres.
- Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol: Kedua kebiasaan ini dapat menghambat produksi testosteron.
2. Terapi Penggantian Testosteron (TRT)
TRT dapat dipertimbangkan jika gejala andropause mengganggu kualitas hidup dan kadar testosteron sangat rendah.
Terapi ini dapat diberikan dalam bentuk suntikan, gel, atau tablet. Namun, TRT harus dilakukan di bawah pengawasan dokter karena dapat memiliki efek samping, seperti peningkatan risiko kanker prostat dan gangguan tidur.
3. Pengobatan untuk Gejala Tertentu
- Disfungsi ereksi: Obat-obatan seperti sildenafil (Viagra) dapat membantu mengatasi masalah ereksi.
- Depresi: Antidepresan atau terapi psikologis dapat membantu mengatasi gejala depresi.
- Osteoporosis: Suplemen kalsium dan vitamin D, serta obat-obatan untuk meningkatkan kepadatan tulang.
Pencegahan Andropause
Meskipun penurunan kadar testosteron adalah bagian alami dari proses penuaan, beberapa langkah dapat diambil untuk memperlambat atau mengurangi gejala andropause:
- Menjaga berat badan ideal: Obesitas dapat mempercepat penurunan testosteron.
- Menghindari paparan bahan kimia berbahaya: Beberapa bahan kimia dapat mengganggu produksi hormon.
- Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan: Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.
Lawan Gejala Andropause, Raih Kembali Energi dan Percaya Diri Di Klinik Utama Pandawa
Seiring bertambahnya usia, banyak pria mengalami perubahan fisik dan emosional seperti kelelahan, menurunnya gairah seksual, hingga suasana hati yang mudah berubah. Ini bisa jadi tanda dari andropause, kondisi penurunan hormon testosteron yang umum terjadi di usia 40 tahun ke atas.
Meski alami, andropause bukan berarti harus diterima tanpa solusi. Dengan penanganan medis yang tepat, gejalanya bisa dikendalikan, dan kualitas hidup tetap terjaga.
Di Klinik Utama Pandawa, kami menyediakan layanan khusus untuk membantu Anda menghadapi masa andropause dengan percaya diri.
Didukung oleh dokter berpengalaman dan pemeriksaan hormonal yang akurat, Anda akan mendapatkan perawatan menyeluruh yang disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda. Segera, jadwalkan konsultasi sekarang dan buktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap sehat, aktif, dan bersemangat!


Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- August 27, 2025
15 Penyebab Infertilitas Pria dan Cara.
Infertilitas pria sering kali menjadi topik yang jarang dibicarakan secara terbuka, padahal kondisinya cukup umum terjadi dan bisa memengaruhi banyak.
Read More
- July 4, 2025
Ingin Tahan Lama di Ranjang? Ini.
Obat kuat sering kali menjadi solusi instan bagi pria yang ingin meningkatkan performa seksual dan kepercayaan diri di ranjang. Dengan.
Read More