Fibroma Berbahaya atau Tidak? Ini Penjelasan Medisnya!
- January 16, 2026
- By Admin Dokter Spesialis
- Penyakit Kulit

Fibroma sering kali muncul tanpa disadari, berupa benjolan jinak yang tumbuh perlahan di kulit atau jaringan tubuh. Banyak orang baru menyadarinya saat ukuran fibroma mulai membesar atau terasa mengganggu, lalu bertanya-tanya apakah kondisi ini berbahaya dan apa penyebabnya.
Secara medis, fibroma umumnya berkaitan dengan faktor hormonal, genetik, serta gesekan berulang pada area tertentu, sehingga kemunculannya tidak bisa dianggap sepele meskipun bersifat jinak.
Fibroma memang tidak selalu memerlukan tindakan darurat, tetapi pemeriksaan tetap penting untuk memastikan jenis dan penanganannya tepat. Melalui pemeriksaan di layanan spesialis penyakit kulit, dokter dapat menentukan apakah fibroma perlu diobservasi, ditangani dengan perawatan tertentu, atau diangkat secara medis.
Jika kamu ingin mendapatkan diagnosis dan penanganan yang aman serta profesional, Klinik Utama Pandawa siap membantu dengan standar medis terpercaya dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Baca Juga: Seperti Ada Daging di Miss V? Begini Cara Mengobatinya!
Apa itu Fibroma
Fibroma adalah tumor yang terbentuk dari jaringan ikat atau jaringan fibrosa, yang biasanya bersifat jinak (non-kanker). Tumor ini umumnya tumbuh perlahan dan sering kali tidak menyebabkan gejala yang mengganggu.
Kondisi ini bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti kulit, paru-paru, payudara, rahim, dan saluran pencernaan. Walaupun jarang berkembang menjadi kanker, pengawasan medis tetap diperlukan agar tidak menimbulkan komplikasi.
Fibroma Berbahaya atau Tidak?
Secara medis, fibroma umumnya tidak berbahaya. Kondisi ini termasuk tumor jinak dan jarang berubah menjadi kanker. Namun, bukan berarti fibroma boleh diabaikan begitu saja.
Fibroma bisa menjadi masalah jika:
- Ukurannya membesar
- Lokasinya mengganggu fungsi organ
- Menyebabkan nyeri atau perdarahan
- Mengganggu penampilan dan kepercayaan diri
- Mengalami perubahan bentuk atau warna
Baca Juga: Bisul di Selangkangan: Apa Sih Penyebabnya? Ketahui Di Sini!
Jenis-Jenis Fibroma
Meskipun umumnya tidak berbahaya, jenis kondisi yang berbeda dapat memengaruhi area tubuh yang berbeda pula. Berikut adalah beberapa jenis yang umum ditemukan:
1. Fibroma Kulit
Kondisi ini adalah jenis fibroma yang muncul di permukaan kulit, biasanya dalam bentuk benjolan kecil berwarna kulit atau sedikit cokelat.
2. Fibroma Paru (Pulmonal Fibroma)
Fibroma jenis ini berkembang di dalam paru-paru. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan jika ukurannya cukup besar.
Biasanya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala pada tahap awal dan ditemukan secara tidak sengaja selama pemeriksaan medis untuk kondisi lain.
3. Fibroma Ovarium
Fibroma ovarium adalah tumor jinak yang berkembang di ovarium (indung telur). Meskipun kebanyakan fibroma ovarium tidak menimbulkan gejala, dalam beberapa kasus, mereka bisa menyebabkan rasa sakit atau gangguan menstruasi. Dalam kasus yang jarang, kondisi ini dapat memengaruhi kesuburan.
4. Fibromatosis (Desmoid Tumor)
Fibromatosis atau desmoid tumor adalah jenis yang lebih agresif. Meskipun desmoid tumor masih tergolong jinak, tumor ini dapat tumbuh dengan cepat dan menyebabkan kerusakan pada jaringan sekitarnya. Fibromatosis dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti otot, usus, dan dinding perut.
5. Fibroma Gusi (Perifer Fibroma)
Penyakit ini merupakan benjolan fibrous yang tumbuh di gusi, biasanya di sekitar gigi. Ini seringkali terjadi sebagai reaksi terhadap iritasi atau cedera pada gusi. Kondisi ini gusi biasanya jinak dan dapat diangkat melalui prosedur bedah jika diperlukan.
6. Fibroma Jantung
Kondisi ini adalah jenis kondisi yang langka dan muncul di dalam jantung. Biasanya ditemukan pada anak-anak dan dapat menyebabkan gangguan ritme jantung atau masalah sirkulasi jika tidak ditangani.
7. Fibroma Rahim (Fibroid Uterus)
Penyakit ini adalah tumor jinak yang berkembang di dalam rahim. Meskipun lebih sering terjadi pada wanita usia subur, fibroid rahim dapat menyebabkan gejala seperti pendarahan menstruasi yang berat, nyeri panggul, atau masalah kesuburan.
Baca Juga: Skin Tag: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Gejala Fibroma
Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain:
1. Rasa Nyeri atau Ketidaknyamanan
Pada kondisi yang berkembang di dalam tubuh, seperti pada fibroid rahim (fibroid), gejalanya bisa berupa rasa nyeri pada perut bagian bawah atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.
2. Benjolan atau Tumor
Kondisi ini biasanya muncul sebagai benjolan yang keras dan terasa tidak nyeri. Ukurannya bervariasi, mulai dari kecil hingga besar, tergantung pada lokasi dan jenis fibroid.
3. Gangguan Pernafasan
Fibroma yang terbentuk di dalam paru-paru bisa menyebabkan kesulitan bernapas atau batuk persisten, meskipun hal ini sangat jarang terjadi.
4. Perubahan Menstruasi
Pada wanita, fibroid rahim dapat menyebabkan perubahan dalam siklus menstruasi, seperti perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari biasanya atau perdarahan antara periode.
5. Pembesaran Organ
Fibroma yang tumbuh dalam organ tertentu, seperti hati atau ginjal, dapat menyebabkan pembesaran organ tersebut, yang terkadang dapat terdeteksi lewat pemeriksaan medis.
Penyebab Fibroma
Penyebab pasti dari kondisi ini masih belum sepenuhnya dipahami oleh para ahli. Namun, ada beberapa faktor yang diyakini dapat memengaruhi perkembangannya, di antaranya:
- Faktor Genetik
- Hormon Estrogen
- Usia dan Jenis Kelamin
- Obesitas
- Kondisi Medis Tertentu
Diagnosis Fibroma
Jika Anda menemukan benjolan atau gejala lain yang mencurigakan, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Berikut adalah beberapa cara yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini:
1. Pemeriksaan Fisik
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk meraba benjolan atau tumor di area tubuh yang terasa mencurigakan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik benjolan, apakah keras atau lembek, serta lokasi dan ukurannya.
2. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)
USG adalah alat yang digunakan untuk memeriksa kondisi ini yang mungkin terdapat di organ dalam tubuh, seperti rahim, hati, atau ginjal. USG akan memberikan gambaran visual tentang ukuran dan posisinya.
3. CT Scan atau MRI
Untuk kondisi yang lebih dalam atau yang sulit terdeteksi lewat pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan CT scan atau MRI. Tes ini memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai struktur dan posisi fibroid.
4. Biopsi
Jika ada kekhawatiran bahwa kondisi ini bisa bersifat kanker atau ganas, dokter mungkin akan melakukan biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.
Pengobatan Fibroma
Sebagian besar kondisi ini tidak memerlukan pengobatan dan dapat dibiarkan berkembang tanpa menimbulkan masalah serius.
Namun, jika kondisi ini menyebabkan gejala yang mengganggu atau membesar, ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dipertimbangkan:
1. Pemantauan Rutin
Jika kondisi ini tidak menimbulkan gejala atau masalah, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk memantau kondisi ini secara rutin tanpa tindakan medis lebih lanjut.
2. Obat-obatan
Beberapa jenis fibroid, seperti fibroma rahim, dapat dirawat dengan obat-obatan yang membantu mengecilkan ukuran fibroma atau mengurangi gejala. Obat-obatan seperti hormon progestin atau antagonis hormon GnRH dapat digunakan untuk mengatur kadar estrogen dalam tubuh.
3. Prosedur Pembedahan
Jika fibroma menyebabkan masalah serius atau tumbuh besar, pengangkatan fibroma bisa dilakukan melalui prosedur pembedahan. Prosedur ini bisa berupa:
- Eksisi Fibroma: Mengangkat kondisi ini dengan cara bedah tradisional.
- Myomectomy: Pengangkatan kondisi ini rahim, yang sering dilakukan pada wanita yang ingin mempertahankan kesuburan.
- Histerektomi: Jika kondisi ini menyebabkan masalah yang sangat serius, pengangkatan rahim (histerektomi) bisa menjadi pilihan terakhir.
4. Terapi Laser atau Embolisasi
Beberapa jenis fibroma, seperti fibroma rahim, dapat dirawat dengan terapi laser atau embolisasi arteri uterina, yaitu prosedur untuk memblokir aliran darah ke fibroma agar fibroma mengecil.
Pencegahan Fibroma
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah terbentuknya fibroma, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risikonya, seperti:
- Menjaga berat badan sehat: Menghindari obesitas dapat membantu menurunkan risiko kondisi ini, terutama fibroma yang dipengaruhi oleh hormon estrogen.
- Mengelola stres: Stres yang berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, sehingga mengurangi stres melalui olahraga atau teknik relaksasi bisa membantu.
- Pola makan sehat: Mengonsumsi makanan bergizi, kaya serat, dan mengurangi konsumsi makanan berlemak dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mengurangi risiko pembentukan fibroma.
Bagaimana Cara Menghilangkan Dermatofibroma?
Cara menghilangkan dermatofibroma bisa dilakukan dengan beberapa metode. Pilihan perawatan meliputi tindakan medis seperti pembedahan kecil, cryotherapy (pembekuan), hingga laser.
Namun, tidak semua kasus perlu dihilangkan, kecuali bila menimbulkan ketidaknyamanan atau alasan kosmetik. Untuk memastikan metode terbaik, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter kulit agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi kulit Anda.
Apakah Fibroma Berbahaya?
Jawaban singkatnya: sebagian besar fibroma tidak berbahaya. Namun, dalam kondisi tertentu, fibroma bisa menimbulkan masalah kesehatan, terutama jika:
- Ukurannya membesar dengan cepat
- Menyebabkan nyeri atau perdarahan
- Mengganggu fungsi organ
- Berubah bentuk atau warna secara drastis
Kapan Fibroma Perlu Diwaspadai?
Meski umumnya jinak, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri jika mengalami kondisi berikut:
- Fibroma membesar dengan cepat
- Timbul rasa nyeri atau nyeri bertambah
- Terjadi perdarahan tanpa sebab jelas
- Perubahan warna menjadi kehitaman atau kemerahan
- Benjolan terasa keras dan tidak bisa digerakkan
Jaga Kesehatan Kulit Anda dengan Solusi Tepat dari Klinik Utama Pandawa!
Jika Anda mengalami masalah kulit yang mengganggu, seperti jerawat, eksim, atau ruam kulit, Klinik Utama Pandawa adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan perawatan yang aman dan efektif.
Dengan tenaga medis yang berpengalaman dan teknologi terkini, kami siap membantu Anda mengatasi berbagai masalah kulit dengan pendekatan yang terpersonalisasi.
Setiap pasien akan mendapatkan perhatian khusus agar masalah kulit dapat diatasi dengan solusi yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Jangan biarkan masalah kulit merusak rasa percaya diri Anda. Segera kunjungi Klinik Utama Pandawa dan konsultasikan kondisi kulit Anda dengan dokter spesialis kami.
Kami berkomitmen memberikan perawatan terbaik untuk kulit Anda, memastikan kesehatan kulit kembali pulih dengan hasil yang maksimal. Hubungi kami sekarang untuk membuat janji temu dan rasakan perubahan positif pada kulit Anda!

Referensi
- Medical News Today. Diakses pada 2026. Fibroadenoma of the breast: Symptoms, treatment, and complications. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323951
- Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Fibroadenoma. http://mayoclinic.org/diseases-conditions/fibroadenoma/symptoms-causes/syc-20352752
Admin Dokter Spesialis
Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.
Related Blogs

- November 19, 2025
Gatal di Telapak Tangan Kiri? Ini.
Telapak tangan kiri gatal sering dianggap sebagai tanda-tanda tertentu oleh sebagian orang, padahal kondisi ini bisa berkaitan dengan banyak hal,.
Read More
- May 18, 2025
Akar Mata Ikan Dicabut Perlu dengan.
Akar mata ikan sering kali menjadi penyebab utama mengapa benjolan kecil di telapak kaki terasa sangat menyakitkan saat berjalan. Meski.
Read More