Search
Close this search box.

Ini Dia Pembesaran Prostat Jinak yang Perlu Pria Ketahui

Penyakit ini hanya dialami oleh pria karena Kelenjar prostat hanya pria yang memilikinya. Sebab itu hampir semua pria mengalami pembesaran prostat, terutama pada usia 55 – 60 tahun ke atas. Untuk setiap penderita tingkat keparahan bisa berbeda, dan pembesaran prostat tidak semuanya menimbulkan masalah. Nah, seperti apa pembesaran prostat jinak ini? Mari kita bahas lebih jelasnya di bawah ini.

pembesaran prostat jinak

Apa itu Pembesaran prostat jinak?

Pembesaran prostat jinak atau Benign Prostate Hyperplasia (BPH) merupakan keadaan dimana kelenjar prostat pria membengkak namun bukan seperti kanker. Kelenjar prostat pria sendiri terletak di antara kantung kemih, dimana tempat urin ditampung dan uretra, tempat saluran urin mengalir keluar.

Ukuran prostat memang akan membesar seiring bertambahnya usia. Ada dua periode perkembangan prostat. Pertama terjadi pada saat pubertas dan kedua saat pria memasuki usia 25 tahun.

Kondisi ini terjadi saat ada tekanan pada saluran uretra yang memicu dinding kandung kemih menebal dan melemah. Sehingga kehilangan kemampuan mengeluarkan urin dari kandung kemih sehingga prostat pun membesar. Sebab itu banyak para pria dewasa mengalami gangguan kencing dan perlu mengetahui penyebabnya apabila gangguan ini terlalu mengganggu dan mengkhawatirkan.

Terlebih bagi pria berusia 60 tahun ke atas, dianjurkan mulai lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin, apalagi bila sering alami gangguan kencing. Terhambatnya aliran urine akibat Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Bila tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan gangguan kandung kemih dan fungsi ginjal. Sahabat pandawa juga perlu tahu bila, Benign Prostatic Hyperplasia tidak terkait dengan kanker prostat.

BACA JUGA: Radang Prostat, Penyakit yang Sering Menjangkit Pria Dewasa

Gejala Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Tingkat keparahan gejala Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) pada tiap penderita bisa berbeda, tetapi umumnya jika tidak segera dilakuakn pemeriksaan akan memburuk seiring waktu. Gejala utama penderita pembesaran prostat jinak paling sering ditermukan yaitu gangguan buang air kecil yaitu bisa berupa :

  • Mengejan saat buang air kecil.
  • Urine sulit keluar di awal buang air kecil.
  • Aliran urine tersendat-sendat/ sedikit-sedikit
  • Merasa tidak tuntas setelah BAK
  • Urine menetes setelah BAK.
  • Sering BAK saat malam hari.
  • Beser atau inkontinensia urine.

Untuk kasus BPH bisa menyebkan ketidak mampuan mengeluarkan urine sama sekali. Perlu diingat, tidak semua Benign Prostatic Hyperplasia menimbulkan keluhan buang air kecil atau tidak bisa buang air kecil sama sekali.

BACA JUGA: Perut Kram Sesaat Berhubungan Seks? Ini Dia Penyebabnya!

Penyebab Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Belum diketahui dengan pasti apa penyebab benign prostatic hyperplasia. Namun, kondisi ini juga sering dikaitan dengan perubahan keseimbangan hormon seksual seiring pertambahan usia pria.

Pada mayoritas pria, umumnya prostat akan terus tumbuh seumur hidup. Saat ukuran prostat membesar maka akan menghimpit uretra, sehingga banyak yang menggeluhkan sakit saat kencing atau lainnya.

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena, Benign Prostatic Hyperplasia yaitu:

  • Pria berusia 55 tahun-60 tahun keatas
  • Jarang berolahraga
  • Obesitas
  • Menderita diabetes atau penyakit jantung
  • Rutin mengonsumsi obat hipertensi dan diabetes
  • Ada keturunan gangguan prostat

Diagnosis Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Untuk memastikan apakah pasien menderita Benign Prostatic Hyperplasia, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Untuk mengetahui ukuran prostat dokter akan melakukan pemeriksaan colok dubur.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah:

  • Tes urin, untuk mencari tahu kemungkinan adanya infeksi, bakteri bahkan virus yang memiliki gejala mirip dengan pembesaran prostat jinak. Sering juga ditemukan adanya infeksi menular seks.
  • Tes darah, untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan pada ginjal.
  • Tes pengukuran kadar antigen dalam darah.
  • USG dubur untuk mengetahui kelenjar prostat

BACA JUGA: Seks Saat Menstruasi, Kenali Risiko Bahaya Dan Manfaatnya!

Perawatan mandiri

Apabila gejala atau tanda yang dirasakan masih ringan, sahabat pandawa bisa melakukan penanganan secara mandiri untuk meredakan gejala, seperti:

  • Menghindari minum satu atau dua jam sebelum tidur.
  • Hindari minuman keras dan kurangi kafein.
  • Hindari menahan atau menunda (BAK) buang air kecil.
  • Batasi konsumsi obat flu yang mengandung dekongestandan antihistamin.
  • Jaga berat badan ideal dan menjalani pola makan yang sehat.
  • Coba berolahraga secara teratur dan rutin melakukan senam Kegel.

Komplikasi Pembesaran Prostat Jinak

Atau Benign Prostatic Hyperplasia yang tidak ditangani dengan tepat maka dapat memicu sejumlah komplikasi serius, diantaranya seperti:

  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Penyakit batu kandung kemih atau batu ginjal
  • Tidak bisa buang air kecil
  • Terjadi Kerusakan kandung kemih dan ginjal

Pengobatan Pembesaran Prostat Jinak

Ada beragam cara yang bisa sahabat pandawa tempuh untuk atasi pembesaran prostat jinak ini. Seperti terapi pengobatan dan pilihan operasi. Semuanya akan dilakukan dan dilihat dari penyebab serta tingkat keparahan pasien.

BACA JUGA: Bahaya Cukur Bulu Kemaluan Sebelum Seks, Awas Kena 6 Penyakit Ini!

Kapan Anda harus ke dokter

Periksakan dengan segera ke dokter spesialis bila sahabat pandawa mengalami gangguan saat buang air kecil atau prostat, terutama jika disertai gejala atau tanda:

  • Nyeri atau sakit saat buang air kecil
  • Disertai darah dalam urin (hematuria) atau sperma (hematospermia)
  • Terasa ingin kencing namun urin tidak keluar sama sekali

Beberapa gejala ini juga bisa menjadi pertanda infeksi saluran kemih, kanker prostat bahkan infeksi menular seksual. Maka itu, diperlukan pemeriksaan mendalam bersama dokter ahli.

Punya masalah yang sama? Tunggu apalagi, segera lakukan pemeriksaan dan jalani pengobatan. Semakin cepat diobati maka semakin cepat pula kesembuhan. Segera hubungi layanan konsultasi dokter online gratis Klinik Pandawa via CHAT/SMS/ TLP 0821-1141-0672 (Rahasia terjamin).

 

 

 

 

penulis: ay/berbagaisumber

Share: